Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, mengundurkan diri dari jabatan ketua Partai Pejuang, Sabtu (17/12), setelah kalah telak dalam pemilihan umum bulan lalu. (AP/Vincent Thian)

Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengundurkan diri dari jabatan ketua Partai Pejuang Tanah Air pada Sabtu (17/12), setelah kalah telak dalam pemilihan umum bulan lalu.

Presiden partai yang juga merupakan anak Mahathir, Mukhriz Mahathir, mengumumkan bahwa pihaknya menerima surat pengunduran diri sang mantan PM.


"Semua anggota Dewan Eksekutif Pusat dan seluruh anggota partai menghargai pelayanan, pemikiran, bimbingan, dan kepemimpinannya selama menjadi ketua," ujar Mukhriz, seperti dikutip MalayMail.


Ia kemudian berkata, "Kami menyampaikan apresiasi besar kepada Ayahanda Tun. Hanya Allah yang bisa membalas pengabdiannya."


Namun, Mukhriz memastikan bahwa Mahathir masih akan menjadi anggota Partai Pejuang meski sudah tak lagi mengemban tugas sebagai ketua.


Keputusan ini diambil setelah Partai Pejuang menjadi partai dengan performa terburuk dalam pemilu. Total 67 kandidat yang mereka usung di pemilu kalah, termasuk Mahathir dan Mukhriz.