Jakarta (ANTARA) – Teleskop Luar Angkasa James Webb berhasil menangkap gambar baru Galaksi Cartwheel yang menunjukkan cincin warna yang berputar dalam gambar yang lebih jelas, kata NASA dan ESA pada Selasa (2/8) waktu setempat, seperti dikutip AFP, Rabu.

Terletak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Sculptor, Cartwheel terbentuk dari tabrakan spektakuler antara dua galaksi.

Badan Antariksa AS (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA) mengatakan tabrakan itu menyebabkan dua cincin memanjang dari pusat galaksi, seperti riak di kolam setelah batu dilemparkan ke dalamnya.

Cincin putih yang lebih kecil tetap lebih dekat ke pusat galaksi. Sedangkan cincin luar, dengan jari-jarinya yang berwarna, telah mengembang ke alam semesta selama sekitar 440 juta tahun. Saat cincin luar mengembang, ia berubah menjadi gas, memicu pembentukan bintang baru.

Teleskop Hubble sebelumnya telah menangkap gambar langka dari galaksi cincin, yang diyakini sebagai galaksi spiral seperti Bima Sakti sebelum ditabrak oleh galaksi yang lebih kecil.

Tetapi teleskop Webb memiliki jangkauan yang jauh lebih besar. Webb diluncurkan pada Desember 2021 dan telah mengungkapkan gambar pertamanya ke dunia bulan lalu.

Kemampuan Webb untuk mendeteksi cahaya inframerah memungkinkan dia untuk melihat melalui sejumlah besar debu panas yang mengaburkan pandangan Galaksi Cartwheel, kata NASA dan ESA.

Teleskop Webb mengungkapkan detail baru tentang pembentukan bintang di galaksi, serta perilaku lubang hitam supermasif di intinya. Webb juga mampu mendeteksi daerah yang kaya akan hidrokarbon dan bahan kimia lainnya, serta debu yang mirip dengan debu di Bumi.

Di belakang Cartwheel, dua galaksi yang lebih kecil bersinar terang, sementara lebih banyak galaksi dapat dilihat di belakang mereka. Menurut badan antariksa itu, pengamatan menunjukkan bahwa Galaksi Gerobak masih dalam “tahap yang sangat sementara”.

“Sementara Webb memberi kita gambaran tentang keadaan Cartwheel saat ini, itu juga memberikan wawasan tentang apa yang terjadi pada galaksi ini di masa lalu dan bagaimana ia akan berkembang di masa depan,” kata badan antariksa itu.