Jakarta (ANTARA) – Produsen mobil terbesar Korea Selatan, Hyundai Motor Co mengatakan penjualan Juli naik 4 persen dari tahun sebelumnya meskipun ada kekurangan. keripik masih terjadi secara global.

“Hyundai Motor menjual total 325.999 kendaraan pada Juli, naik dari 313.460 unit pada tahun sebelumnya karena permintaan yang kuat untuk model SUV,” kata perusahaan itu seperti dikutip Yonhap, Selasa.

Perusahaan melanjutkan, selama periode tersebut, penjualan domestik turun menjadi 56.305 unit dari 59.856 unit pada periode yang sama tahun lalu.

“Sedangkan penjualan di luar negeri naik 6,3% menjadi 269.694 dari 253.604,” tambah perseroan.

Sementara penjualan Januari-Juli turun 6 persen menjadi 2.205.040 dari 2.344.645 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Tahun ini, Hyundai mematok target penjualan sebanyak 4,32 juta unit. Target ini lebih tinggi dari pencapaian penjualan tahun lalu yang sebesar 3,89 unit.

Untuk menopang penjualan di paruh kedua, Hyundai mengatakan pihaknya berencana untuk meluncurkan model serba listrik IONIQ 6 dan model kompetitif lainnya di pasar global.

IONIQ 6 adalah model kedua yang disematkan dengan platform modular listrik global (E-GMP) Hyundai Motor Group setelah IONIQ 5 yang diluncurkan pada April tahun lalu.

Hyundai juga berencana memperkenalkan model SUV IONIQ 7 berbasis platform pada 2024. Untuk model full electricnya, Hyundai menggunakan nama alfanumerik seperti rival besarnya, BMW, yang modelnya diberi nomor seri 1-8.