tidak ingin mendaftar PSE, orang masih bisa mencari alternatif lain

Jakarta (ANTARA) – Pakar keamanan siber dari Vaccines.com, Alfons A Tanujaya menilai kebijakan terkait Electronic System Operator (PSE) merupakan langkah awal dalam menegakkan kedaulatan digital Indonesia.

“PSE ini baru langkah awal penegakan kedaulatan digital Indonesia. Banyak lembaga negara lain yang berkepentingan dengan pendaftaran PSE ini, seperti OJK dan BI yang akan sangat terbantu dalam pengelolaan aplikasi keuangan, pinjaman dan dompet digital asing. yang melakukan aktivitasnya di Indonesia tanpa izin,” jelas Alfons dalam keterangan pers, Senin.

Berbicara tentang pendekatan terbaik yang dapat diambil regulator dalam kebijakan tersebut, Alfons berpendapat penting bagi pemerintah untuk tidak terlalu kaku, dan harus bisa “bermain cantik”.

“Pendekatan yang dilakukan juga tidak boleh terlalu kaku. Karena PSE asing yang dibiarkan saja ini sudah banyak penggunanya yang tentunya akan langsung marah dan protes karena zona nyamanterganggu. Pendekatan pendaftaran PSE ini juga harus cantik dan tidak kaku,” kata Alfons.

“Selain itu Kominfo juga perlu melakukan pembenahan pada sistem dan organisasinya dimana profesionalisme, transparansi dan perbaikan sistem internal serta SDM yang berkualitas juga perlu menjadi perhatian utama agar mampu memberikan pelayanan yang baik dan tidak menyulitkan. bagi PSE yang mendaftar atau bahkan memanfaatkan pendaftaran PSE ini sebagai sarana KKN baru,” imbuhnya.

Ia juga mencontohkan Uni Eropa melalui Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR UE) yang profesional. Peraturan organisasi ini juga dihormati oleh PSE dan menjadi panutan bagi banyak negara di dunia.

Lalu, bagaimana jika PSE akhirnya “bersikeras” untuk tidak mau mendaftarkan diri ke Kominfo?

“Ya kalau PSE tidak tertarik mengikuti aturan main, maka tidak boleh melakukan kegiatan bisnis di Indonesia. PSE Indonesia, seperti Gojek, kalau mau berbisnis di negara lain, jelas harus mengikuti aturan. di negara yang bersangkutan,” kata Alfons.

“Pemerintah telah memberikan kelonggaran untuk membuka blokir PayPal sehingga pengguna dapat menarik dana yang ditahan karena tidak dapat mengakses layanan tersebut. Namun, jika Paypal memutuskan untuk tidak mendaftar PSE, masyarakat masih dapat mencari alternatif lain,” tambahnya.

Ia mencontohkan layanan serupa seperti wise.com yang telah terdaftar di situs PSE. Ada juga pilihan pembukaan rekening valas di bank yang dapat menerima pembayaran valas melalui jaringan SWIFT dengan selisih kurs rendah dan jauh lebih menguntungkan daripada menggunakan dompet digital asing yang membebankan spread kurs tinggi.