Mohamad Faris Ifwat (Facebook)
Mohamad Faris Ifwat (Facebook)

Suara.com – Seorang pria bernama Mohamad Faris Ifwat asal Malaysia menceritakan dampak buruk penggunaan rokok elektronik atau vape, yang umumnya digunakan sebagai alternatif rokok biasa.

Mencurahkan kisahnya di Facebook, Mohamad Faris Ifwat mengaku menderita spontaneous pneumothorax, kondisi yang terjadi ketika udara terkumpul di rongga pleura (ruang di antara paru-paru dan dinding dada).

Pada Faris, kondisi itu terjadi secara tiba-tiba atau spontan, yang menyebabkan paru-paru menjadi tidak bisa mengembang.

Setelah hampir seminggu dirawat di Rumah Sakit Teluk Intan, akhirnya Faris dipulangkan pada 26 Juli pekan lalu.

“Alhamdulillah, aku keluar dari rumah sakit setelah dirawat di bangsal selama hampir seminggu karena sesak napas akibat masalah paru-paru yang disebabkan oleh vaping dan merokok,” tulis Faris di akun Facebook-nya, dilansir MStar.

Ia melanjutkan, “Kondisi ini membuat paru-paru kananku tertekan oleh udara yang terperangkap dan kemudian menjadi mengkerut.”

Dokter harus mengeluarkan udara dengan memasukkan selang melalui dada kanannya. Prosedur harus segera dilakukan karena jika terlambat dapat menyebabkan kegagalan paru-paru.

“Alhamdulillah setelah lebih dari 72 jam memakai chest tube, udara yang terperangkap dapat dikeluarkan. Dan chest tube ini dilepaskan pada hari keempat,” lanjutnya, sambil mengunggah beberapa foto ketika dirinya masih terbaring di rumah sakit.

Setelahnya, kondisi paru-paru Faris masih lemah dan ia membutuhkan beberapa waktu untuk menguatkannya.

Kondisi itu membuat Faris tersadar dan memberi pesan kepada pengikutnya di Facebook, “Untuk teman-teman, ingat betapa berbahayanya hal ini (rokok).”