sate kambing (antaranews.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Mengolah daging kambing memang gampang-gampang susah. Bila caranya kurang tepat, daging yang harusnya lezat bisa jadi masih menimbulkan bau prengus yang dapat mengurangi selera makan.

Pengolahan yang kurang tepat juga bisa membuat tekstur daging terasa alot dan sulit dikunyah. Juru masak eksekutif The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Eric Kusnadi, pernah berbagi kiat mengolah daging kambing agar tidak berbau prengus dan lembut saat dimakan.

"Jangan dicuci berlebihan, kalau kotor kena air pas dipotong, cukup diseka saja, jangan pakai air," kata Eric.

Mencuci daging kambing dengan air bisa menciptakan aroma prengus yang kurang mengenakkan. Untuk tekstur daging, Eric mengakalinya dengan memakai parutan nanas, soda kue, atau yogurt. Bahan-bahan tersebut bisa membuat daging kambing jadi lebih empuk. 

Masukkan nanas ke dalam blender sebentar kemudian dicampurkan ke dalam daging. Tak perlu banyak-banyak, dua ruas ibu jari nanas bisa dipakai untuk 1 kilogram daging kambing. Selain membuat teksturnya lebih empuk, daging kambing juga jadi lebih manis berkat nanas parut.

Bila memilih untuk membuat daging lebih empuk dengan soda kue, cukup pakai setengah sendok makan dan sebutir telur untuk mengolah 2 kilogram daging kambing. Biasanya, Eric menerapkan metode ini saat membuat sate kambing. Ia juga memberikan ide menu mengolah daging kambing saat Idul Adha. Bagi yang malas repot di dapur, menu nasi goreng dan kebab kambing bisa jadi pilihan olahan.

"Resepnya juga banyak dan gampang dicari di internet," jelas Eric.

Menurutnya, bumbu dan cara memasak kebab tergolong sederhana. Bumbunya meliputi jintan, ketumbar, bawang putih, bawang bombay, lada hitam, paprika bubuk, dan garam. Iris tipis daging kambing lalu susun untuk dipanggang hingga matang sempurna. Untuk daging yang tebalnya tak sampai 10 cm, coba masak dengan suhu 160 derajat Celcius dengan durasi 25-35 menit.