Jakarta, CNN Indonesia --


Mobil hybrid Mitsubishi Xpander dan Pajero Sport serta dua mobil listrik, salah satunya diyakini Mini Cab MiEV, akan diproduksi di Indonesia setelah 2023 menurut pernyataan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.


Produksi kendaraan ini dilakukan setelah Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menambah investasi Rp10 triliun mulai tahun ini hingga 2025.


Sebelumnya MMC sudah mengucurkan Rp11,3 triliun hingga akhir 2021, ini digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Bekasi yang saat ini memproduksi mobil bensin konvensional Xpander dan Pajero Sport.


"Sampai saat ini, MMC telah menginvestasikan Rp11,3 triliun hingga akhir 2021 untuk seluruh pabrik MMC di Indonesia. Targetnya, MMC akan menginvestasikan sekitar Rp10 triliun mulai 2022 hingga 2025," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran resminya, Selasa (26/7).


Pernyataan itu dikemukakan Airlangga usai mengunjungi Jepang dan bertemu CEO MMC Takao Kato. Kato menjelaskan Mitsubishi akan melakukan diversifikasi kendaraan di Indonesia.


"Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), serta Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program Pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral di 2060 mendatang," ucap Kato.

Lihat Juga :


Setelah 2023, MMC dikatakan bakal fokus memproduksi mobil hybrid Xpander dan Pajero Sport. Kemudian mulai 2024 dua mobil listrik murni Mitsubishi akan diproduksi di Indonesia.


Baru satu dari dua mobil listrik itu yang diungkap, yaitu Mini Cab MiEV. Mobil ini sebenarnya sudah dikenalkan di Indonesia pada Agustus 2021, saat itu Presiden Joko Widodo sudah sempat mengemudikannya.


MiEV adalah kendaraan komersial jenis mobil boks, dimensinya lebih kecil dari DFSK Gelora E yang telah dipasarkan di dalam negeri. MiEV kini sedang diuji ke empat perusahaan berbagai sektor, yaitu Pos Indonesia, Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia, untuk studi penggunaannya.


MMC juga sudah mengungkap rencana menambah negara tujuan ekspor pada tahun ini menjadi 40 negara tujuan. Jumlah ekspor diperkirakan bisa mencapai 72 ribu unit pada tahun ini dan menjadi 98 ribu pada 2024.