ilustrasi balita bermain. (shutterstock) Suara.com – Balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga tak jarang kerap lakukan eksplorasi terhadap barang-barang di sekitarnya. Tetapi, lantaran perlu mengerjakan hal lain, orang tua mungkin tidak bisa selalu mengawasi anak setiap detik.

Oleh sebab itu, sangat penting menyediakan barang-barang yang aman untuk balita. Psikolog anak Marsha Tengker, M.Psi., membagikan lima tips untuk para ibu dalam belanja kebutuhan balita. Tentunya, tidak hanya aman tapi juga hemat.

“Pertama, pasti keamanannya bagi anak. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhannya, apakah barang ini memang direkomendasikan sama ahlinya dan juga kayak misalnya aman itu betul-betul bukan dari sumber yang salah informasinya,” kata Marsha saat webinar bersama Tentang Anak beberapa waktu lalu.

ilustrasi balita bermain. (shutterstock)

Ia mengingatkan, pentingnya informasi dari sumber yang kredibel dan ahli yang benar-benar kompeten dibidang kesehatan anak. Terutama saat berbelanja lewat e-commerce, orang tua sebaiknya membaca secara teliti setiap deskripsi produk.

“Karena kalau nggak ahli, kita nggak bisa pertanggungjawabkan keamanannya. Kalau fitur belanja Tentang Anak aku yakin asli karena memang sudah bermitra dengan brand yang direkomendasikan,” ujarnya.

Adik Nagita Slavina itu mengaku sering berbelanja kebutuhan anak secara online melalui platform Tentang Anak. Alasannya, karena menurutnya barang yang direkomendasikan benar-benar telah berdasarkan kurasi yang aman dari ahlinya.

Ia juga merasa, fitur belanja yang tidak repot karena pengiriman produk sekaligus dilakukan dalam sekali meskipun dari berbeda toko.

“Betul-betul kita belanja langsung check out yang datang juga langsung jadi satu. Jadi satu box kebutuhan sekali belanja, itu juga memudahkan hitung-hitungan dalam sebulan kira-kira kita butuh pengeluaran berapa untuk anak,” ujarnya.

Sistem pengiriman satu kali tersebut, menurutnya juga jadi trik untuk berhemat ongkos kirim. Marsha sendiri mengaku kalau dia pun selalu selektif soal harga saat berbelanja, meskipun selisihnya sedikit.

“Harga yang bersaing juga penting banget, gimanapun juga kita biasanya ibu-ibu beda Rp 1.000 atau Rp 2.000 aja tetap dicari. Aku pun tipe ibu-ibu yang kayak gitu juga untuk melihat dan memilah-milah mana yang lebih ekonomis,” tuturnya.