Selebtek.suara.com – Ada sebuah video viral yang memperlihatkan bantuan sosial (bansos) Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) yang terkubur di gudang JNE, Depok, Jawa Barat.

Di video tersebut, terdapat beberapa orang yang menunjukan bahwa bansos Presiden dikubur di tanah, dekat dengan lahan JNE Depok.

Terkait hal ini, pihak JNE yang diwakili oleh Head of Media Relation Departement JNE, Kurnia Nugraha pun angkat suara. 

Dilansir dari Depoktoday, melalui pesan tertulis menjelaskan jika JNE merupakan perusahaan asli Indonesia yang didirikan sejak tahun 1990 oleh almarhum H. Soeprapto Soeparno.

Ia juga menjelaskan jika dalam menjalankan bisnisnya, JNE selalu mengedepankan nilai-nilai berbagi, memberi, menyantuni dan saling menghargai serta menghormati seluruh pihak baik internal maupun eksternal perusahaan.

Di poin kedua, perusahaan yang bergerak di bidang jasa kurir ekspres dan logistik, JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, masyarakat serta pemerintah.

“Oleh karena itu sebagai bentuk dukungan terhadap hal tersebut, JNE mendukung program pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerjasama dengan pihak terkait,” katanya.

Sementara di poin ketiga, Kurnia menjelaskan tentang JNE selalu mengikuti peraturan yang berlaku. Begitupun bansos yang tertimbun dekat gudang JNE Depok.

Ia mengatakan jika apa yang terjadi di Depok sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak.

Kemudian pada poin kelima (terakhir), Kurnia memastikan, bahwa JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan. (*)

Sumber: Depoktoday