Ilustrasi (Foto: shutterstock) Suara.com – Antibiotik umumnya diresepkan untuk pasien yang terinfeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri atau mencegahnya menyebar.

Perlu diketahui bahwa antibiotik tidak efektif untuk semua jenis penyakit, termasuk pilek dan flu, Covid-19, infeksi dada, infeksi telinga pada anak-anak, dan sebagian besar batuk serta sakit tenggorokan.

Obat juga dapat diberikan jika infeksi akan memakan awaktu terlalu lama untuk sembuh dengan sendirinya atau jika berisiko menyebabkan komplikasi serius.

Antibiotik akan langsung bekerja. Namun, pasien mungkin tidak langsung sembuh, lapor The Sun.

Baca Juga:
CDC Temukan Bakteri Penyebab Penyakit Langka di Teluk Mississippi, Kenali Tanda-Tanda Infeksinya

Seberapa cepat pasien akan pulih dengan pengobatan antibiotik bervariasi pada masing-masing orang. Ini tergantung pada jenis infeksi yang ditangani dan seberapa parah infeksi tersebut.

Ilustrasi antibiotik (Foto: shutterstock)

Kebanyakan antibiotik harus diminum selama tujuh sampai 14 hari.

Hal penting dari antibiotik adalah meminumnya hingga habis, bahkan jika kondisinya sudah membaik. Sebab, jika tidak demikian, infeksinya bisa kembali.

Meminumnya hingga habis juga cara untuk mencegah resistensi antibiotik di masa depan.

Jadi, jangan berhenti meminum antibiotik lebih awal tanpa terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter yang meresepkannya.

Bila lupa minum, segera melakukannya ketika ingat dan lanjutkan meminum obatnya seperti biasa. Tetapi bila teringat saat mendekati jadwal minum berikutnya, maka lewati dosis sebelumnya dan lanjutkan jadwal reguler.

Jangan pernah menggandakan dosis antibiotik untuk menutup jadwal yang terlewat karena dapat meningkatkan risiko efek samping.