Warga desa Jenggawah kecamatan Jenggawah  kabupaten Jember melaporkan oknum Kepala Desanya dan Kepala Dusun ke Polres Jember dengan dugaan telah melakukan penebangan liar di Gunung Jenggawah.

Salah satu warga, Sugiyanto Effendy mengatakan, warga melaporkan Kepala Desa Jenggawah (SP) dan Kepala Dusun Krajan (HS) tentang adanya dugaan pengrusakan, penebangan serta dugaan pencurian kayu Sengon dan Sonokeling di Gunung Jenggawah.

Menurutnya, penebangan kayu itu dikhawatirkan akan berdampak kepada ekosistem yang ada di Gunung Jenggawah. “Jika hujan akan mengakibatkan banjir, dikhawatirkan akan terjadi longsor, seperti di tahun 1970an,” ungkapnya, Rabu (27/04/2022).

Peduli dengan lingkungan, dan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, maka warga berinisiatif melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Jember. Sebelumnya, warga sempat memasang spanduk peringatan dilokasi itu, tapi malah di rusak. 

Menurut warga, penebangan kayu di Gunung Jenggawah itu, sangat bertentangan dengan pemerintah, yang harus menggalakkan kepedulian lingkungan.

“Masalah ini harus diusut tuntas, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Warga berharap, pihak berwajib segera melakukan tindakan-tindakan atau penyelidikan terhadap oknum tersebut, yang sangat merugikan warga.


Penebangan dilakukan sejak 2021

Sugiyanto menyebut, ada sekitar 200 batang pohon Sengon yang sudah ditebang pada bulan Juli 2021 kemarin. Kemudian 4 batang pohon kayu Sonokeling dengan diameter 40 hingga 50 centimeter.

“Pada bulan maret, juga ada penebangan 40 batang pohon kayu jati. Jika ini dibiarkan, akan merambat ke pohon-pohon lain yang ada di Gunung Jenggawah,” jelasnya.

Sedangkan untuk hasil penjualannya, Sugiyanto menyatakan, warga tidak mengetahui secara pasti, kemana uang hasil penjualan kayu tersebut.

Sementara, saat dihubungi melalui Handphonenya, kepala desa yang dimaksud tidak bisa dihubungi. Termasuk saat mengirim pesan WhatsApp, belum ada jawaban. (*)


Sumber : beritalima.com